thebirdsnestpub.com, Ikan Air Tawar Lele 4 Langkah Simpel Jaga Kualitas Air Kolam Memelihara ikan lele di kolam air tawar memang jadi kegiatan yang menarik sekaligus menguntungkan. Namun, agar ikan lele tetap sehat dan tumbuh dengan baik, menjaga kualitas air kolam wajib di lakukan dengan serius. Seringkali, orang mengabaikan hal ini dan akhirnya lele jadi kurang sehat atau malah terserang penyakit. Padahal, menjaga kualitas air kolam lele tidak serumit yang di bayangkan. Cukup dengan empat langkah simpel dan teratur, kolam bisa selalu dalam kondisi prima.
Pentingnya Kualitas Air dalam Memelihara Lele
Ikan lele di kenal tahan banting, tapi bukan berarti bebas dari pengaruh buruk lingkungan. Kualitas air kolam yang terjaga adalah pondasi utama kesehatan lele. Air yang terlalu kotor atau tercemar menyebabkan stres pada ikan. Secara alami, lele akan berusaha bertahan, namun kalau air terus memburuk, risiko penyakit dan kematian meningkat tajam.
Selain itu, kualitas air berpengaruh pada tingkat nafsu makan dan aktivitas lele. Jika airnya segar dan bersih, lele akan lebih aktif bergerak dan makan dengan lahap. Di sisi lain, air kolam yang keruh dan bau membuat ikan kurang nyaman bahkan bisa menghambat pertumbuhan.
Oleh sebab itu, menjaga kualitas air bukan sekadar rutinitas, tapi investasi agar hasil budidaya lebih maksimal dan ikan lebih tahan banting.
Ganti Sebagian Air Kolam Secara Teratur
Langkah pertama yang paling sederhana namun sangat efektif adalah mengganti sebagian air kolam secara rutin. Mengganti air sekitar 20-30% setiap minggu atau dua minggu sekali bisa mengurangi kandungan kotoran dan zat berbahaya yang menumpuk di kolam.
Namun, penggantian air ini tidak boleh di lakukan sekaligus banyak karena dapat mengagetkan ikan. Suhu air baru harus di sesuaikan terlebih dahulu dengan suhu air lama supaya ikan ini tidak stress. Setelahnya, air baru di masukkan perlahan-lahan agar ikan tetap nyaman.
Dengan cara ini, kolam akan terasa lebih segar dan kadar oksigen di dalam air tetap terjaga. Jika penggantian air terlambat atau jarang di lakukan, kotoran dan amonia akan menumpuk, memicu bau tidak sedap dan risiko gangguan kesehatan ikan meningkat.
Bersihkan Dasar Kolam dari Kotoran dan Endapan
Salah satu tempat favorit kotoran menumpuk adalah dasar kolam. Sisa pakan, kotoran ikan ini, dan lumpur biasanya mengendap di sana. Jika di biarkan, endapan tersebut akan membusuk dan merusak kualitas air. Bau kolam jadi tidak sedap dan kondisi air berubah keruh serta berwarna aneh.
Membersihkan dasar kolam secara rutin adalah cara ampuh untuk menjaga kualitas air tetap baik. Penggunaan alat penyedot lumpur atau pompa kecil sangat membantu mengangkat kotoran tanpa mengganggu ikan.
Idealnya, pembersihan dasar kolam di lakukan bersamaan dengan penggantian air. Walaupun sedikit merepotkan, efeknya langsung terasa pada kondisi kolam yang lebih bersih dan segar.
Pantau dan Jaga pH Air Kolam
Menjaga pH air kolam pada rentang ideal menjadi langkah ketiga yang tidak boleh di abaikan. pH mengindikasikan tingkat keasaman atau kebasaan air, dan sangat menentukan kenyamanan ikan lele. Rentang pH yang pas untuk lele biasanya antara 6,5 hingga 7,5.
Pengukuran pH bisa di lakukan dengan alat khusus yang mudah di dapat di toko peralatan perikanan. Jika pH terlalu rendah (asam) atau terlalu tinggi (basa), ikan ini cenderung mudah stress dan berisiko sakit.
Untuk mengatasi pH yang tidak seimbang, dapat di lakukan cara alami seperti menambahkan kapur pertanian untuk menaikkan pH, atau daun jati kering untuk menurunkannya. Perubahan pH harus di lakukan secara bertahap agar ikan ikan ini punya waktu menyesuaikan di ri.
Jaga Sirkulasi dan Aerasi Air Kolam
Air kolam yang di am dan tergenang membuat kualitasnya cepat menurun. Oleh karena itu, sirkulasi air sangat penting untuk menghindari penumpukan kotoran dan menjaga oksigen tetap tersedia bagi ikan.
Penggunaan aerator bisa membantu menggerakkan air dan meningkatkan kadar oksigen secara efektif. Namun, untuk kolam kecil, cukup lakukan pengadukan air secara manual secara berkala supaya air tetap bergerak.
Sirkulasi yang baik juga memastikan suhu air tersebar merata sehingga ikan ini merasa nyaman dan aktif bergerak. Kolam yang airnya stagnan sering kali menimbulkan bau dan mudah di penuhi lumut atau jamur.
Kesimpulan
Memelihara ikan lele di kolam air tawar bisa berjalan lancar dengan menjaga kualitas air secara konsisten. Rutin mengganti sebagian air kolam, membersihkan dasar kolam dari kotoran, menjaga pH tetap stabil, serta memastikan sirkulasi air berjalan lancar adalah empat langkah simpel yang membawa dampak besar.
Langkah-langkah ini tidak memerlukan alat mahal atau proses rumit, cukup di lakukan secara di siplin. Hasilnya, ikan ini akan tumbuh sehat, aktif, dan produktif, sementara kolam tetap terjaga kebersihan serta kesegarannya. Jangan remehkan peran kualitas air, sebab di situ nyawa dan kenyamanan ikan ikan ini sebenarnya berada.